Lintang kemukus berasal dari kata lintang yang berarti bintang, dan kemukus yang berarti bungkus. Jadi menurut kedua bahasa tersebut lintang kemukus adalah bintang yang dibungkus. Bungkusnya putih memanjang, dan ada bintang di ujungnya. Sedangkan setelah aku lihat baik-baik, lintang kemukus adalah bintang berekor. Ekornya sendiri sangat panjang dan akan semakin pendek bila ada sinar matahari. Biasanya aku hanya melihat bintang berekor di buku, kini aku melihat bintang berekor secara nyata. Sayang aku sudah tidak bisa melihat bintangnya, simbahku berkata bahwa bintannya berada di timur laut. Jadi, menurutku bintang berekor tersebut dari barat daya menuju ke timur laut.
Tuesday, 26 June 2018
Lintang Kemukus Dini Hari
Lintang kemukus berasal dari kata lintang yang berarti bintang, dan kemukus yang berarti bungkus. Jadi menurut kedua bahasa tersebut lintang kemukus adalah bintang yang dibungkus. Bungkusnya putih memanjang, dan ada bintang di ujungnya. Sedangkan setelah aku lihat baik-baik, lintang kemukus adalah bintang berekor. Ekornya sendiri sangat panjang dan akan semakin pendek bila ada sinar matahari. Biasanya aku hanya melihat bintang berekor di buku, kini aku melihat bintang berekor secara nyata. Sayang aku sudah tidak bisa melihat bintangnya, simbahku berkata bahwa bintannya berada di timur laut. Jadi, menurutku bintang berekor tersebut dari barat daya menuju ke timur laut.
Penyebab Tak Betah Di Rumah
Liburan kenaikan ini cukup puas, selama lima minggu atau tiga puluh lima hari tidak ada pembelajaran di sekolah. Tidak ada PR, tidak ada kerja kelompok, dan yang pasti tidak ada tumpukan buku di atas meja. Selama liburan juga tidak ada hal-hal yang membebani pikiran. Liburan adalah waktu untuk melarikan diri dari tugas sekolah. Namun, libur di sekolah belum tentu libur di rumah. Di rumah, banyak sekali kegiatan yang harus dilakukan, bersih-bersih ini, bersih-bersih itu. Kalau tidak dilakukan maka tubuh tidak ada aktivitas sama sekali, dan menjadikan malas.
Selain tubuh tidak bergerak, orang tua juga turut memarahi. Di pagi hari misalnya, kalau tidak segera bangun pagi maka ibu akan marah. Kalau sudah bangun dan tidur lagi ibu juga marah. Semua itu ibu lakukan agar anaknya tidak malas selama liburan. Tetapi beda orang beda pula pandangan. Jika ibu menyuruh anaknya untuk rajin selama liburan, beda halnya dengan si anak. Anak hanya ingin bersantai-santai, bermalas-malasan, dan mengerjakan sesuatu yang tidak melelahkan.
Kedua pemikiran tersebut menyebabkan salah satu diantaranya harus mengalah. Seorang anak harus melaksanakan perintah orang tua, meskipun itu berat dilakukan. Daripada disebut anak durhaka, jika perintah orang tua tidak segera dilaksanakan akan terjadi perkelahian mulut antara orang tua dan anak, nantinya malah menjadi buah bibir tetangga yang tidak sengaja mendengar.
Terkadang seorang anak tidak betah di rumah. Berbagai hal selalu menjadi alasan, perlu refresinglah, perlu hiburanlah, perlu bersenang-senanglah. Mau bagaimana lagi, itu adalah hak seorang anak. Wajar saja kalau seorang anak ingin bermain bersama teman-temannya, karena mereka perlu mengistirahatkan otaknya sebentar untuk memikirkan dunia pendidikan.
Alasan yang membuat tidak betah di rumah adalah bosan. Di rumah sendiri dan hanya di depat tv membuat bosan. Apalagi kalau acara tv hanya itu-itu saja, rasanya ingin segera ke luar rumah untuk sekadar melihat alam dedaunan yang hijau. Agar tidak pengap di dalam rumah atau di dalam kamar. Semakin pengap lagi kalau melihat kamar berantakan penuh dengan buku-buku pelajaran yang belum dibereskan.
Alasan yang terakhir adalah tidak ada cemilan, cemilan memang makanan yang tidak wajib untuk dikonsumsi. Namun tidak ada cemilan juga membuat ingin pergi ke luar untuk membelinya. Cemilan memang tidak semuanya membuat perut kenyang, setidaknya dapat memberikan kegiatan bagi gigi. Agar tidak diam saja.
Wednesday, 13 June 2018
Gagal Di Tengah Perjalanan
Kemarin, Rabu 15 Juni 2018 aku hampir hilang harapan. Saat aku sedang membuat kue, awalnya aku yakin pasti akan berhasil. Namun, kenyataannya berkata lain. Saat di tengah-tengah perjalananku, aku lupa dengan salah satu bahannya. Kue yang pertama dan kedua aku kukus harus dibuang sia-sia karena kurang matang dan dilihat dari bentuknya sudah meragukan. Aku bertekad ke pasar lagi untuk membeli bahan itu. Aku mulai ragu bahwa kue buatanku akan sia-sia, tidak enak, dan tidak seperti yang aku bayangkan. Setelah aku melengkapi semua bahan, aku segera mengukus adonan kue satu persatu. Rencananya aku akan membuat lima lapis kue, karena yang dua telah rusak maka jadinya hanya tiga lapis. Hingga menjelang maghrib aku baru bisa menyelesaikan semua adonan kue. Aku mulai ragu lagi karena dilihat dari bentuknya sudah meragukan, saat berbuka puasa aku segera merasakan kue. Ternyata rasanya terlalu manis, dan aku tidak memakannya lagi. Kuenya tidak mubadzir karena aku bawa ke masjid. Saat di masjid ada yang mengatakan terlalu manis, ada juga yang mengatakan enak. Aku bersyukur karena kue buatanku masih dapat habis dan tidak mubadzir meskipun hasilnya tidak sesuai yang aku inginkan.
Dari kejadian itulah aku mulai menyadari, bahwa kegagalan di tengah perjalanan dapat dijadikan cambuk untuk semakin melangkah kedepan meskipun memerlukan perjuangan yang luar biasa. Saat merasakan kegagalan itu memang menyakitkan, seperti jatuh dan sangat sulit untuk bangkit lagi. Namun jika ada niat dan semangat yang kuat maka dapat menghadapi kegagalan tersebut. Semakin besar keinginan untuk maju yang dilandasi semangat, maka peluang kegagalan semaikin sedikit, begitu pula sebaliknya.
Monday, 28 May 2018
Jangan bekerja saat mengantuk
Saat mengantuk kosentrasi menjadi buyar. Semua hal yang akan dikerjakan sebaik mungkin menjadi tertunda, karena kurang kosentrasi. Saat menulis atau mencari ide juga jangan saat mengantuk. Meskipun idenya datang tiba-tiba, agar tidak lupa dicatat dulu karena untuk mengembangkan ide menjadi berpuluh-puluh kalimat tanpa kosentrasi akan menghasilkan tulisan yang kurang sempurna.
Mengantuk juga menjadi penghambat saat sedang belajar, rasanya ingin segera tidur. Tetapi, saran dari guruku adalah, "Jangan langsung tidur setelah membaca buku maupun status WA!"
Mengantuk menjadi masalah bagi semua orang, apalagi jika mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan pada waktu itu juga. Semuanya menjadi gagal total.
Aku akan membagikan sedikit tips agar bisa memperlambat rasa mengantuk:
- makan makanan yang pedas
- Minum kopi
- Bekerja sambil ngobrol dengan teman-teman
- Menyanyi
- Jangan mendengarkan lagu yang iramanya membuat tidur
- menggerakkan anggota badan (senam)
Friday, 25 May 2018
Menggunakan Aplikasi Blogger
Friday, 18 May 2018
Alasanku Tak Menyukainya
IPA pelajaran yang mempelajari tentang alam. Pelajaran yang melekatkan jiwa agar selalu dekat dengan lingkungan sekitar. Karena lingkungan sekitar merupakan alam yang harus dijaga oleh setiap insan manusia.
Baru kali ini dikelas delapan aku mendapatkan tugas yang unik dari guru IPA. Siapa lagi kalau bukan Pak Agus Dwianto. Yang memberikan tugas lain dari yang lain, yang berbeda dari pelajaran yang lain. Tugasnya bukan praktikum, bukan observasi, dan bukan juga laporan. tetapi tugas yang ini adalah tugas paling berbeda yang aku terima. Yaitu menulis di blog atau istilahnya ngeblog. Setelah satu tahun bersama beliau menikmati gemuknya pelajaran IPA, sudah banyak karya tulis yang sudah aku muat di social media itu semua berawal dari tugas IPA. Mungkin kalau guru IPAku bukan Pak Agus aku tidak akan bisa ngeblog, tidak menjadi blogger cilik, dan yang paling penting aku tidak akan tahu apa itu blog.
Kendala-kendalaku saat pembelajaran IPA adalah fisika. Fisika adalah materi cabang dari pelajaran Sains. Fisika membuatku enggan untuk bertemu dengan pelajaran IPA, apalagi kalau akan mempelajari BAB baru dan isinya berhitung semua. Meskipun Pak Agus sudah menerangkan materi fisika sedetail mungkin, ketidaksukaan terhadap fisika masih berlanjut hingga kini. Entah sampai kapan hubunganku dengan fisika akan membaik. Hal-hal yang membuatku tidak begitu suka dengan fisika adalah banyak simbol, julukan, dan satuan-satuannya yang membuatku malas untuk menatapnya. Fisika terlalu menghabiskan waktu saat tes, dalam fisika harus bisa cermat melihat gambar dengan keterangannya. Apalagi kalau keterangannya dalam bentuk simbol, udah males duluan. Meskipun aku tidak suka dengan fisika, tetapi aku bisa menyelesaikan soal fisika. Sekadar bisa menyelesaikan. Karena Dilan berkata “Tidak mencintai bukan berarti membencikan?” seperti aku dengan fisika. Aku tidak mencintai fisika tetapi aku juga tidak membencinya.
Selain itu, mengebut materi juga menjadi kendalaku dalam memahami IPA. Akhir-akhir ini karena mengejar materi 2 BAB, Pak Agus sering mengebut materi. Yang dikebut 2 BAB. Kenyanglah aku memakan semua materi IPA. Apalagi BABnya berupa fisika, jadi nggak mut memahami. Jadinya, aku memahami sendiri di rumah meskipun belum terlalu paham.
Yang terakhir ini adalah saran, saran untuk Pak Agus Dwianto. “TETAPLAH MENJADI GURU YANG MEMBERIKAN TUGAS PALING BERBEDA DARI GURU YANG LAIN”
Wednesday, 16 May 2018
Alarm Tanpa Henti
Bulan yang penuh ampunan adalah bulan Ramadhan. Selain menginginkan hal tersebut, ada hal lain yang sudah ditunggu-tunggu. Seperti sahur, buka bersama atau istilahnya bukber, ngabuburit, mendapatkan takjil, tarawih, tadarus, dan lain-lain. Kalian pasti sangat malas melakukan kegiatan yang satu ini, yaitu sahur. Saat sahur, nafsu kita hanya ingin tidur, padahal tidur setelah sahur tidak baik bagi kesehatan. Karena, semua organ yang ada di Dalam tubuh akan berhenti bekerja. Kecuali jantung.
Saat sahur, alarm jam atau HP tidak akan mempan di telinga kita. Bahkan jika alarm bunyi, cepat-cepat dimatikan dan kembali tidur lagi. Berbeda dengan alarm ini, yang aku maksud adalah ibu. Ibu membangunkan kita saat sahur. Bahkan tidak akan berhenti jika yang dibangunkan belum bangu juga. Kadang-kadang sampai terdengar tetangga karena kerasnya alrm ibu. Tidak ada yang bisa menandinginya.
Tidak hanya saat sahur, ibu juga menjamin anaknya agar tetap ingat makan, solat, menyapu, jika semua tugas anaknya belum dilakukan. Alarm ibu tidak berhenti.
Siapa yang bisa menandingi ibu. Wanita serba bisa, yang istimewa, dan memiliki ciri-ciri yang istimewa, yaitu cerewet. Cerewetnya ibu bukan bermaksud mengembangkan hobi berbicara, tetapi untuk menjadikan anak-anaknya lebih disiplin dan tidak bermalas-malasan. Jika ibumu tidak cerewet berarti ada yang kurang. Mungkin lagi sakit, atau sariawan sehingga tidak bisa cerewet.
Hal Baru
Kemarin di tanggal 12 Juli 2025, pertama kalinya aku interview dan langsung training. Tidak begitu sulit, aku hanya perlu mencoba. Training...
-
Hai... Hari ini tanggal 7 Juli 2025, disore hari dengan hujan rintik-rintik. Tulisan ini mungkin bisa menjadi bukti perjalanan kamu sampai d...
-
Apakah kalian belajar di rumah? Mengerjakan tugas atau hanya menunggu masuk sekolah? Pastinya sia-sia jika waktu belajar di rumah hanya...
-
IPA pelajaran yang mempelajari tentang alam. Pelajaran yang melekatkan jiwa agar selalu dekat dengan lingkungan sekitar. Karena lingkunga...

