Monday, 27 July 2026

Romansa

Mungkin ini akan terlihat alay ketika dibaca 5-10 tahun kedepan, tapi melalui tulisan ini akan aku abadikan setiap cerita kita selama 4 tahun ini. 

Bermula dari bangku sekolah kala itu, aku tak mengenalmu secara pribadi, hanya sekadar tetangga kelas. Lambat laun, seiring aktifnya organisasi yang sama-sama kita ikuti. Perlahan aku tau siapa namamu, dimana rumahmu, bahkan siapa gebetanmu saat itu. Bukan aku yang stalking atau kepo dengan urusan pribadimu. Tapi teman dekatmu adalah teman sekelasku, dan kami sering bergosip. 

Saat kelas 10 kita pernah dekat, walaupun waktunya terlalu singkat. Biasa, namanya juga anak muda yang hanya suka ketika jatuh cinta dan enggan berperang dengan rasa bosan ketika topik pembicaraan sudah tiada. Covid si virus yang entah darimana asalnya itu, merubah kegiatan sekolah. Sehingga harus di rumahkan dalam jangka waktu yang lama. Kita melewatkan 2 tahun merasakan kisah asmara saat putih abu-abu bukan? 

Setelah sekolah mulai aktif, kegiatan berjalan seperti semula. Namun, tidak dengan perjalanan kita yang seakan memulai ulang dari awal. Rasa canggung itu muncul, dengan perasaan yang sudah netral dan berteman baik. Sudah sangat lama kita tidak berkomunikasi dan bertemu. Tapi kenapa bisa canggung ya? Entahlah hati dan logika terkadang tidak sinkron.

Di kelas 12 inilah babak baru hubungan kita rajut kembali. Secara tidak sengaja tempat kita magang berdekatan, benar-benar dekat. Berkeliling kota solo hingga larut malam, turut meramaikan festival di solo, pulang ke desa tiap weekend. Inilah keseruan yang kita lewatkan 2 tahun kemarin.

Singkat cerita kita melewati ujian dan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Aku tetap di sini sedangkan kamu pergi jauh ke kota metropolitan untuk mengenyam pendidikan. Berat sekali kala itu, baru saja kita merasakan euforia jatuh cinta se jatuh-jatuhnya. Harus dipaksa untuk menahan rindu dan jarang bertemu. 

Hidup di kota besar menututmu terus beradaptasi dan berkembang. Rutinitas mulai terbentuk perlahan, siang berkegiatan di dunia nyata sedangkan malamnya bertukar kabar melalui dunia maya. Aku yang juga merantau ke surakarta sendirian, hanya memiliki dia sebagai teman cerita. Jauh bukanlah menjadi pengalang untuk terus menguatkan. Seperti halnya pisau, semakin diasah dan digunakan maka akan semakin tajam pula. Kita pun begitu, segala badai hubungan jarak jauh seperti rasa rindu yang menyesakkan, munculnya ke egosian satu sama lain, rutinitas yang mulai berantakan menjadi makanan kita shari-hari. 

Pada hari ini, kita berhasil melampaui 4 tahun perjalanan dengan penuh badai dan pelangi. Hati mungilku turut bangga mengingat 1-3 bulan pertama LDR yang sangat lah dramatis itu. Cukup bikin ketawa sih. 

Perjalanan bukan tentang garis finish, tapi bagaimana kita menikmati setiap langkah untuk mencapai tujuan. Karena setiap momen menghasilkan berjuta cerita yang akan membawa kita ke halaman selanjutnya, hingga ke halaman terakhir. Buku ditutup, dan berganti buku untuk menulis cerita di halaman pertama. 

Romansa

Mungkin ini akan terlihat alay ketika dibaca 5-10 tahun kedepan, tapi melalui tulisan ini akan aku abadikan setiap cerita kita selama 4 tahu...