Thursday, 8 July 2021

Pagebluk yang Mewabah

Musim yang tak menentu menyebabkan perubahan suhu udara yang ekstrim, dimana malam hari hingga pagi terasa sangat dingin dan disiang harinya terasa lebih panas dari biasanya. Meskipun cuaca panas, tetapi tubuh terasa kedinginan dan tidak berkeringat. Masyarakat jawa menyebutnya "bediding".
Menurut buku Ilmu dan Teknologi, musim kemarau berlangsung dari bulan April hingga Oktober. Pada kenyataannya beberapa waktu lalu beberapa daerah diguyur hujan dalam kurun waktu seminggu berturut-turut. Saat ini posisi matahari masih berada di utara katulistiwa, dan seharusnya Indonesia masih mengalami musim kemarau. Karena adanya hujan yang bisa disebut "dadakan" membuat para petani merasa bingung untuk melakukan pertanian. Selain itu pergantian musim yang ekstrim memberikan dampak bagi kesehatan masyarakat.
Masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah akan mudah terserang sakit yang terjadi pada pergantian musim. Pagebluk  adalah istilah yang bisa diartikan musimnya orang sakit. Yaitu waktu ketika beberapa masyarakat secara bersaman mengalami keluhan yang sama, seperti flu, demam, mual, dan lemas. Mungkin satu rumah bisa 1-3 orang yang mengalami sakit sama. Jika hanya dibiarkan saja tanpa penanganan, maka kondisi tubuh semakin buruk. Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat harus menjaga kesehatan, pola makan teratur, serta berjemur di pagi hari agar badan bisa bekeringat. 

Monday, 22 June 2020

Ketika Bosan


Salam literasi
Ternyata kegiatan menulis jika tidak terus diasah bisa hanyut terbawa arus kehidupan. Sebagai gantinya, saya menyempatkan membaca buku untuk mempertahankan kecintaan saya terhadap literasi.
Kalian di rumah pasti sedang bosan. Siapa yang tidak bosan dengan situasi seperti ini? Pastinya rasa bosan bisa melanda setiap saat. Saya juga merasakan hal demikian, bosan di rumah, mau mengerjakan sesuatu jadi malas karena sudah nyaman dengan rebahan. Padahal rebahan yang kelamaan bisa membuat rasa bosan menjadi ada. Saya akan berbagi tips lebih ke cerita sehari hari untuk menghalau kebosanan.

1. Buka aplikasi olshop
Kini, aplikasi olshop semakin canggih. Dengan menambahkan fitur game, membuat pelanggan menjadi tidak bosan. Saya menggunakan Aplikasi Shopee, bukan bermaksud promosi ya teman:). Biasanya saya membuka lapak toko buku, mencari buku yang sedang diskon. Buku yang saya maksud itu novel ya. Saya biasanya memburu novel diskon bersama teman SMP, diskon yang pernah saya alami adalah 94%. Harga novel menjadi Rp 10.000an, kebayang bagaimana senangnya mendapat harga novel yang terbilang murah. Dan novel itu original, bukan bajakan atau fotokopi. Selain novel, saya juga membuka lapak organizer. Meskipun tidak bisa ke toko, swalayan secara bebas, setidaknya dengan melihat gambar organizer yang murah termasuk cara untuk “cuci mata”. Tambah ke dalam keranjang, sampai menumpuk menjadi ratusan rupiah jika di beli. Akhirnya juga tidak terbeli, hanya senang menambahkan yang menarik ke keranjang.

2. Bergelut di dapur
Maksud saya memasak. Mencoba resep baru, membuat makanan tradisional, membuat dalgona coffe dan resep lainnya. Merasa senang jika orang mengatakan “enak” jika mencoba makanan yang selesai kita buat. Tetapi jangan pernah merasa puas dengan segala sesuatu yang telah kita buat.

3. Membaca novel
Kegiatan yang satu ini menjadi hal wajib apabila novel yang saya beli sudah sampai di rumah. Taukah kalian? Bahwa dengan membaca buku dapat mengurangi tekanan stres dan meningkatkan kosentrasi. Tetapi yang paling saya suka dari membaca adalah, membuat imajinasi dan daya khayal menjadi bebas jika memposisikan kita sedang mengalami cerita tersebut. Berasa liburan dalam khayalan.

4. Mengolah barang bekas
Barang bekas yang saya jadikan mainan adalah koran. Dengan kreatifitas, atau mencari referensi di youtube koran bekas bisa menjadi bunga atau hiasan dinding. Hal ini dapat menghalau rasa bosan.

5. Mengedit foto
Melihat postingan di Instagram yang sangat bagus karena di edit, membuat say tertarik untuk mengedit foto. Dimulai dari tutorial dasar yang saya dapatkan di youtube, kemudian saya coba menggunakan aplikasi terebut. Hasilnya saya minta pendapat teman saya yang lebih dahulu menggunakan aplikasi ini. Aplikasi yang saya gunakan yaitu Lightroom.

6.Bookstagram
Akhir akhir ini saya ingin membuat postingan buku. Bookstagram adalah memposting koleksi buku ke instagram, baik dengan ulasasan, isi dari buku tersebut, atau dengan quotes. Dalam memposting buku, saya melihat dari akun bookstagram yang sudah mahir kemudian saya kembangkan sendiri. Dari dari properti buku yang digunakan, hingga filtur efek yang diterakan agar foto yang dihasilkan lebih berkesan aesthetic.

Kalian yang di rumah pasti memiliki cara cara sendiri untuk menghalau bosan, atau menikmati libur kenaikan kelas ini. Dari cerita saya di atas, tidak semua bisa diterapkan ke dalam kehidupan pribadi kalian masing masing. Sesuaikan minat, dan laksanakan selagi masih liburan.

Terimkasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan pesan.

Salam literasi :)

Thursday, 16 April 2020

Tetap Kerjakan Meski Pikiran Tak Karuan

Corona merupakan virus terbaru yang sedang naik daun akhir-akhir ini. Corona sering disebut Covid-19. Virus ini muncul akhir 2019 di Wuhan, China dan penyebarannya begitu cepat hingga sampai ke Indonesia. Karena virus ini, Pemerintah Indonesia membuat kebijakan-kebijakan untuk meminimalisir penyebarannya seperti jaga jarak, menggunakan masker saat keluar rumah, mengindari kerumunan, himbauan cuci tangan dan masih banyak lagi. Adanya Covid-19 banyak acara yang terpaksa ditunda pelaksanaannya bahkan dibatalkan, hal ini juga upaya untuk meminimalisir penularan virus.

Lalu bagaimana dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah? Bagaimana dengan Penilaian Tengah Semester?

Kegiatan PTS (Penilaian Tengah Semester) dilakukan di rumah siswa masing-masing dengan menggunakan HP atau bisa juga kompute asalkan terkoneksi dengan internet. Meskipun dari keputusan tersebut banyak siswa yang senang, dan juga tidak sedikit siswa yang merasa terbebani. Dengan PTS online para siswa bisa mengerjakan sambil makan, melihat tv, bahkan tiduran. Tetapi juga ada yang harus naik bukit agar tetap mendapatkan koneksi internet yang baik karena kondisi daerah yang terpencil. Meskipun demikian, kita sebagai siswa harus tetap melaksanakan perintah dari guru sebaik mungkin.

Selain PTS online, upaya untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dilakukan beberapa guru dengan memberikan tugas online melalui aplikasi E-learning seperti Edmodo, Google Classroom, Quizizz, dan lainnya. Para siswa diharapkan dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan baik, karena siswa harus bisa mengikuti perkembangan zaman, terutama dibidang teknologi. Banyak sekali kendala saat pengerjaan tugas, seperti perlu akun email untuk mendaftar di grup kelas, tidak bisa membuka tugas via google, tidak bisa mengirim/submit tugas, koneksi tidak berpihak dan sebagainya. Apalagi jika pemberian tugas berturut-turut sehingga membingungkan siswa dalam mengerjakan tugas dengan deadline yang sama.

Sedikit solusinya adalah kerjakan sebaik mungkin, semampu kalian. Jangan sampai orang tua juga merasa terbebani dengan tugas-tugas yang sedang kalian dapatkan. Kalian tidak bisa, tanya kepada orang tua yang juga tidak bisa menggunakannya itu hanya akan menambah beban orang tua. Adanya kemajuan teknologi ini sudah banyak tutorial mengenai tugas dan bagaimana cara mengumpulkan tugas tersebut.


“Seberat apa pun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tidak akan melebihi batas kemampuanmu,"

Terimakasih telah  membaca.
Jangan lupa meninggalkan pesan dan kesan di kolom komentar:) :)

Wednesday, 15 April 2020

Mengeluh Boleh, Asal Dikerjakan



Tugas, sesuatu yang dianggap beban bagi sebagaian besar siswa. Dan sebagai makanan bagai anak-anak yang suka dengan tugas. Mengapa tugas bisa menjadi beban? Dan mengapa ada anak-anak yang senang dengan tugas? Tapi di sini, saya akan memberikan beberapa keluh kesah teman-teman dan saya sendiri juga tentang adanya tugas online yang sebenarnya tidak memberatkan siswa. Untuk lebih jelasnya bisa cermati berikut ini! Please ini hanya beberapa keluh kesah, bukan dorongan negatif atau apapun yang membuat kalian malas mengerjakan tugas. Selamat membaca:)

Tugas bisa menjadi beban apabila diberikan dalam waktu yang bersamaan/serentak dan dengan deadline-nya yang hampir bersamaan pula. Misal pagi ini diberi tugas matematika, jam 9 diberi tugas kimia, disore hari diberi tugas penjas orkes. Waktunya hampir bersamaan sehingga membuat tugas menjadi beban. Ditambah dengan minimnya kuota internet. Sebenarnya waktu pengerjaan tugas sekitar seminggu bahkan lebih, karena berapapun waktu yang diberikan belum dikerjakan kalau waktu masih panjang, kira-kira  H-1 deadline baru dikerjakan. Meskipun begitu ada anak yang segera mengerjakan setelah diberi tugas. Tugas yang aneh, unik tidak seperti biasanya. Membuat malas mengerjakan, apalagi hanya diberi waktu singkat.

Pemberian tugas melalui Google Classroom, Edmodo atau aplikasi learning lainnya. Juga membuat anak-anak kesulitan mengerjakan, bukan karena tidak bisa mengerjakan. Tetapi ke arah bagaimana penggunaan aplikasi tersebut, yang harus masuk google. Pakai username,. password, hal yang sering disepelekan padahal sebenarnya sangat penting. Kadang juga kesulitan saat mengirimkan tugas, harusnya membuat penugasan tetapi malah tugasnya dikirim di komentar itu sering terjadi. Karena belum paham dari fungsi di dalam aplikasi tersebut.


Jaringan, koneksi, paket data internet. Inilah yang membuat semuanya menjadi masalah. Punya paket data tapi tidak ada jaringn internet, atau koneksi internet buruk. Jaringan internet lancar tapi paket data internet habis. Mengerjakan dan mengumpulkan tugas harus semuanya ada, karena semuanya satu kesatuan. Ada paket data, ada sinyal, ada jaringn internet, dan yang paling penting ada tugas/file yang harus dikumpulkan.

Terimakasih sudah membaca:)

Itulah sedikit keluh kesah selama libur covid-19. Tidak hanya saya, itu ungkapan dari teman-teman saya yang rumahnya susah sinyal, paket data habis, dan sebagainya. Untuk teman-teman yang memiliki masalah dan belum tertulis diatas bisa tulis di kolom komentar. :)

 Jangan ambil hanya ambil sisi buruk dari covid-19, ada begitu banyak hal positif yang kita dapatkan. Gunakan waktu di rumah bersama keluarga.
#dirumahsaja
#bersamalawancorona

Friday, 2 August 2019

Ada Apa Dengan Istilah Lindu?

Ada Apa Dengan Istilah Lindu ?

Bagi orang yang hidup di Jawa pasti sudah tak asing lagi dengan kata “lindu” sebutan yang berarti gempa. Setelah terjadinya gempa, orang-orang desa akan membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan. Orang Jawa banyak yang menyebutkan bahwa gempa adalah aktivitas gunung bernafas, ada ular raksasa yang melintas, bahkan masih banyak kepercayaan yang lain. Karena pada dasarnya, mereka hidup di daerah pergunungan. Tidak menutup kemungkinan jika ada gempa datang mereka mengira sebagai aktivitas gunung yang sedang bernafas. Apakah gunung bisa bernafas? Tentu saja tidak. Itu hanyalah kepercayaan turun-temurun masyarakat Jawa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia gempa berarti guncangan, gerakan bumi. Lebih jelasnya gempa adalah peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga asal dalam bumi. Berdasarkan jenisnya, gempa dibedakan menjadi 5 yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, gempa runtuhan, gempa bumi tumbukan, dan gempa bumi buatan.

Dari 5 jenis gempa, yang sering terjadi dan paling banyak diketahui orang adalah gempa vulkanik dan gempa tektonik. Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan aktivitas gunung berapi, bukan karena gunung sedang bernafas, melainkan terjadi lantaran adanya pergerakan magma di dalam gunung berapi. Sedangkan gempa tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan adanya pergeseran lempeng bumi. Gempa tektonik dapat meruntuhkan bangunan yang ada di dasar bumi.  Jika gempa tektonik terjadi di dasar laut dalam skala yang besar maka bisa menyebabkan terjadinya tsunami

Thursday, 16 May 2019

Belum Tentu Lebih Baik






Yang biasanya dilakukan anak perempuan saat sore hari adalah membatu ibu di dapur. Begitu juga dengan saya, sore ini saya dan ibu membuat sambel kacang atau yang sering disebut sambel pecel. Semua rentetan prosedur pembuatan sudah saya lakukan. Kali ini saya bertugas menghaluskan kacang dan bumbu, sedangkan ibu yang menggoreng kacang.

Saya menghaluskan kacang menggunakan lumpang dan alu. Sepasang alat dari batu. Kalau biasanya yang digunakan itu lemper dan ulegan kali ini berbeda. Karena sambel yang akan dibuat menggunakan energy yang cukup banyak untuk menghaluskan.

Karena di dapur menggunakan keramik, saya memilih di depan dapur. Menghindari segala resiko apabila di dapur yang beralaskan keramik. Yang pertama saya haluskan adalah kacang, saya kira kacang sudah halus. Ternyata saat diletakkan di atas baskom masih ada beberapa yang belum halus, bisa dibilang utuhlah. Kemudian saya menghaluskan bumbu yang sudah digoreng ibu sebelumnya.

Setelah dua tugas tersebut selesai, saya mengambil benda berwarna putih yang disebut rengkot untuk wadah. Sedangkan ibu saya melakukan finishing sambel kacang tersebut. Saat hampir selesai, sambel yang masih ada di alu ibu tinggalkan sejenak.

Saya tak menghiraukan ada siapa di sana. Saat ibu kembali ke alu tersebut
“Hahh” teriak ibu saya.
Sontak saya lari dan menuju alu sambel tersebut. Ternyata oh ternyata, adik saya yang menunggu sambel tersebut memberikan kerikil, tanah, merang dan segala hal yang ada di sekitarnya dimasukkan ke dalam alu tersebut. Wajar kalau saya cukup marah saat itu, tetapi dicampur tertawa saya memarahi adik. Ia terlihat hampir menangis. Hal itu tidak hanya terjadi pada adik saya, peristiwa serupa juga menimpa diri saya sendiri. Dulu saat saya kecil juga demikian. Sama-sama terjadi saya bulan puasa. Bedanya kalau adik memberikan kerikil pada sambal kacang, sedangkan kalau saya memberikan air hujan pada nasi untuk berbuka puasa dan waktu itu pas berbuka puasa. Ternyata saya tak jauh berbeda dengan adik.

Tuesday, 23 October 2018

Hal Yang Tak Terlalu Diperhatikan


Saat ini menurut kalian ada yang aneh tidak dengan musim? Coba pikirkan lagi, sekarang musim tidak bias diprediksi seperti halnya waktu dulu. Mengapa demikian? Hal-hal apakah yang memengaruhi?

Beberapa tahun yang lalu, musim di Indonesia dapat diperkirakan datangnya kapan, dan dapat diperkirakan berakhirnya. Orang-orang dulu seperti nenek moyang memiliki kalender tersendiri dalam menghitung musim. Misalnya orang jawa, memiliki tanggalan yang selamanya. Ciri-cirinya terbuat dari kayu, diukir, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakanannya. Tanggalan tersebut tidak hanya digunkan untuk menghitung waktu musim hujan atau musim kemarau, akan tetapi juga digunakan untuk menentukan hari yang baik. Meskipun menurut pandangan Islam semua hari itu baik, tetapi sebagian masih mempercayai adanya hari baik. Biasanya yang menggunakan hari baik untuk merayakan pesta atau hajatan. Adanya tanggalan tersebut masyarakat jawa dapat mengetahui datangnya musim penghujan. Musim yang dinanti-nantikan kehadirannya. Bagaimana tidak? Dengan datangnya musim penghujan para petani dapat menggarap sawah dengan semaksimal mungkin. Air yang digunakan untuk mengairi sawah sudah tersedia dari hujan, atau waduk tanpa harus mengeluarkan uang untuk menyedot air dari sungai. Tumbuhan dapat tumbuh dengan subur karena nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi. Sungguh musim hujan memang sangat dinantikan oleh para petani. Biasanya musim hujan digunakan untuk menggarap sawah, setelah musim hujan berakhir kurang lebih lima sampai enam bulan maka para petani menyabut musim kemarau. Musim kemarau identik dengan panasnya sinar matahari. Ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Setelah di musim hujan mengerjakan sawah, dimusim kemarau merupakan waktu untuk menjemur hasil panen. Seperti jagung, padi, dan lain-lain. Tidak hanya petani, para nelayan juga memanfaatkannya untuk menjemur ikan. Prediksi yang digunakan nenek moyang dalam menentukan musim tidak pernah salah, karena itu sudah tradisi. Dan belum ada faktor-faktor yang memengaruhi kedatangan musim. Sehingga orang jawa memiliki patokan untuk memulai aktivitasnya.

Kita kembali ke waktu sekarang. Satu tahun terakhir ini, musim di Indonesia tidak dapat diprediksi kedatangannya. Ada di sebagian daerah yang hujan bahkan sampai banjir, ada juga yang kekeringan. Mengapa demikian? Ini merupakan salah satu dampak dari pemanasan global, dan rumah kaca. dimana suhu di bumi semakin panas yang dapat memengaruhi iklim. Akibatnya beberapa daerah mengalami krisis air bersih atau kekeringan, mengalami kebakaran hutan, bahkan gagal panen. Mengapa musim selalu dikaikan dengan hasil pertanian? Karena masyarakat di Indonesia masih ketergantungan dengan alam saat mengolah sawah atau kebun. Menggunakan cara-cara tradisional, dan dalam pengolahannya ketergantungan dengan hujan. Kalau dalam setahun tidak terjadi hujan, maka hasil panen tidak maksimal bahkan mengalami gagal panen. Berbeda halnya dengan negara maju contohnya saja negara Jepang. Di Jepang ada pertanian bawah tanah. Tidak hanya di area terbuka saja yang langsung terkena sinar matahari. Pertanian bawah tanah ini hasilnya melimpah. Pencahayaanya untuk menggantikan matahari menggunakan lampu, dan medianya menggunakan pot. Pertanian bawah tanah di Jepang membutuhkan modal yang cukup besar, tetapi keuntungan yang didapat juga besar.
Beberapa faktor yang memengaruhi musim yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal Baru

 Kemarin di tanggal 12 Juli 2025, pertama kalinya aku interview dan langsung training. Tidak begitu sulit, aku hanya perlu mencoba. Training...