Friday, 2 August 2019

Ada Apa Dengan Istilah Lindu?

Ada Apa Dengan Istilah Lindu ?

Bagi orang yang hidup di Jawa pasti sudah tak asing lagi dengan kata “lindu” sebutan yang berarti gempa. Setelah terjadinya gempa, orang-orang desa akan membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan. Orang Jawa banyak yang menyebutkan bahwa gempa adalah aktivitas gunung bernafas, ada ular raksasa yang melintas, bahkan masih banyak kepercayaan yang lain. Karena pada dasarnya, mereka hidup di daerah pergunungan. Tidak menutup kemungkinan jika ada gempa datang mereka mengira sebagai aktivitas gunung yang sedang bernafas. Apakah gunung bisa bernafas? Tentu saja tidak. Itu hanyalah kepercayaan turun-temurun masyarakat Jawa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia gempa berarti guncangan, gerakan bumi. Lebih jelasnya gempa adalah peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga asal dalam bumi. Berdasarkan jenisnya, gempa dibedakan menjadi 5 yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, gempa runtuhan, gempa bumi tumbukan, dan gempa bumi buatan.

Dari 5 jenis gempa, yang sering terjadi dan paling banyak diketahui orang adalah gempa vulkanik dan gempa tektonik. Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan aktivitas gunung berapi, bukan karena gunung sedang bernafas, melainkan terjadi lantaran adanya pergerakan magma di dalam gunung berapi. Sedangkan gempa tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan adanya pergeseran lempeng bumi. Gempa tektonik dapat meruntuhkan bangunan yang ada di dasar bumi.  Jika gempa tektonik terjadi di dasar laut dalam skala yang besar maka bisa menyebabkan terjadinya tsunami

Thursday, 16 May 2019

Belum Tentu Lebih Baik






Yang biasanya dilakukan anak perempuan saat sore hari adalah membatu ibu di dapur. Begitu juga dengan saya, sore ini saya dan ibu membuat sambel kacang atau yang sering disebut sambel pecel. Semua rentetan prosedur pembuatan sudah saya lakukan. Kali ini saya bertugas menghaluskan kacang dan bumbu, sedangkan ibu yang menggoreng kacang.

Saya menghaluskan kacang menggunakan lumpang dan alu. Sepasang alat dari batu. Kalau biasanya yang digunakan itu lemper dan ulegan kali ini berbeda. Karena sambel yang akan dibuat menggunakan energy yang cukup banyak untuk menghaluskan.

Karena di dapur menggunakan keramik, saya memilih di depan dapur. Menghindari segala resiko apabila di dapur yang beralaskan keramik. Yang pertama saya haluskan adalah kacang, saya kira kacang sudah halus. Ternyata saat diletakkan di atas baskom masih ada beberapa yang belum halus, bisa dibilang utuhlah. Kemudian saya menghaluskan bumbu yang sudah digoreng ibu sebelumnya.

Setelah dua tugas tersebut selesai, saya mengambil benda berwarna putih yang disebut rengkot untuk wadah. Sedangkan ibu saya melakukan finishing sambel kacang tersebut. Saat hampir selesai, sambel yang masih ada di alu ibu tinggalkan sejenak.

Saya tak menghiraukan ada siapa di sana. Saat ibu kembali ke alu tersebut
“Hahh” teriak ibu saya.
Sontak saya lari dan menuju alu sambel tersebut. Ternyata oh ternyata, adik saya yang menunggu sambel tersebut memberikan kerikil, tanah, merang dan segala hal yang ada di sekitarnya dimasukkan ke dalam alu tersebut. Wajar kalau saya cukup marah saat itu, tetapi dicampur tertawa saya memarahi adik. Ia terlihat hampir menangis. Hal itu tidak hanya terjadi pada adik saya, peristiwa serupa juga menimpa diri saya sendiri. Dulu saat saya kecil juga demikian. Sama-sama terjadi saya bulan puasa. Bedanya kalau adik memberikan kerikil pada sambal kacang, sedangkan kalau saya memberikan air hujan pada nasi untuk berbuka puasa dan waktu itu pas berbuka puasa. Ternyata saya tak jauh berbeda dengan adik.

Tuesday, 23 October 2018

Hal Yang Tak Terlalu Diperhatikan


Saat ini menurut kalian ada yang aneh tidak dengan musim? Coba pikirkan lagi, sekarang musim tidak bias diprediksi seperti halnya waktu dulu. Mengapa demikian? Hal-hal apakah yang memengaruhi?

Beberapa tahun yang lalu, musim di Indonesia dapat diperkirakan datangnya kapan, dan dapat diperkirakan berakhirnya. Orang-orang dulu seperti nenek moyang memiliki kalender tersendiri dalam menghitung musim. Misalnya orang jawa, memiliki tanggalan yang selamanya. Ciri-cirinya terbuat dari kayu, diukir, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakanannya. Tanggalan tersebut tidak hanya digunkan untuk menghitung waktu musim hujan atau musim kemarau, akan tetapi juga digunakan untuk menentukan hari yang baik. Meskipun menurut pandangan Islam semua hari itu baik, tetapi sebagian masih mempercayai adanya hari baik. Biasanya yang menggunakan hari baik untuk merayakan pesta atau hajatan. Adanya tanggalan tersebut masyarakat jawa dapat mengetahui datangnya musim penghujan. Musim yang dinanti-nantikan kehadirannya. Bagaimana tidak? Dengan datangnya musim penghujan para petani dapat menggarap sawah dengan semaksimal mungkin. Air yang digunakan untuk mengairi sawah sudah tersedia dari hujan, atau waduk tanpa harus mengeluarkan uang untuk menyedot air dari sungai. Tumbuhan dapat tumbuh dengan subur karena nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi. Sungguh musim hujan memang sangat dinantikan oleh para petani. Biasanya musim hujan digunakan untuk menggarap sawah, setelah musim hujan berakhir kurang lebih lima sampai enam bulan maka para petani menyabut musim kemarau. Musim kemarau identik dengan panasnya sinar matahari. Ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Setelah di musim hujan mengerjakan sawah, dimusim kemarau merupakan waktu untuk menjemur hasil panen. Seperti jagung, padi, dan lain-lain. Tidak hanya petani, para nelayan juga memanfaatkannya untuk menjemur ikan. Prediksi yang digunakan nenek moyang dalam menentukan musim tidak pernah salah, karena itu sudah tradisi. Dan belum ada faktor-faktor yang memengaruhi kedatangan musim. Sehingga orang jawa memiliki patokan untuk memulai aktivitasnya.

Kita kembali ke waktu sekarang. Satu tahun terakhir ini, musim di Indonesia tidak dapat diprediksi kedatangannya. Ada di sebagian daerah yang hujan bahkan sampai banjir, ada juga yang kekeringan. Mengapa demikian? Ini merupakan salah satu dampak dari pemanasan global, dan rumah kaca. dimana suhu di bumi semakin panas yang dapat memengaruhi iklim. Akibatnya beberapa daerah mengalami krisis air bersih atau kekeringan, mengalami kebakaran hutan, bahkan gagal panen. Mengapa musim selalu dikaikan dengan hasil pertanian? Karena masyarakat di Indonesia masih ketergantungan dengan alam saat mengolah sawah atau kebun. Menggunakan cara-cara tradisional, dan dalam pengolahannya ketergantungan dengan hujan. Kalau dalam setahun tidak terjadi hujan, maka hasil panen tidak maksimal bahkan mengalami gagal panen. Berbeda halnya dengan negara maju contohnya saja negara Jepang. Di Jepang ada pertanian bawah tanah. Tidak hanya di area terbuka saja yang langsung terkena sinar matahari. Pertanian bawah tanah ini hasilnya melimpah. Pencahayaanya untuk menggantikan matahari menggunakan lampu, dan medianya menggunakan pot. Pertanian bawah tanah di Jepang membutuhkan modal yang cukup besar, tetapi keuntungan yang didapat juga besar.
Beberapa faktor yang memengaruhi musim yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tuesday, 31 July 2018

Tidak Hanya Burung, Hewan Ini Bisa Terbang

1. KATAK POHON
Katak pohon dengan katak darat tidak hanya berbeda tempat tinggal. Tetapi cara berinteraksi dengan alam juga berbeda. Katak pohon ternyata bisa terbang. Dengan merenggangkan semacam kulit di keempat kakinya, ia dapat terbang dari pohon ke pohon.


2. TUPAI TERBANG
Tupai terbang memang sudah tidak asing lagi bagi kita. Terkadang tanpa disengaja kita melihat tupai terbang dari pohon ke pohon. Tupai tersebut dinamakan tupai terbang. Ia memiliki semacam kulit yang menghubungkan antara kaki depan dengan kaki belakang yang disebut sayap. Dengan merenggangkan sayapnya ia mampu terbang  antar pohon. Tupai terbang berasal dari Amerika Utara.


3. IKAN TERBANG
Ikan ini memang unik. Meskipun hidup di air ikan ini juga bisa terbang. Ia terbang dari bawah air. Tidak hanya itu, sayap ikan ini tidak pernah rusak. Karena sayapnya bukan terdiri dari bulu-bulu seperti halnya tupai terbang. Jika terbang, ikan ini mirip dengan pesawat.

Itulah info menarik tentang hewan yang tanpa disadari bisa terbang. Banyak sekali keunikan yang ada pada makhluk hidup di bumi ini. Namun, hanya kita yang kurang mengetahui keunikan makhluk tersebut.


Sumber: BUKU “YANG PERLU KITA KETAHUI”

Alasan Terpaksa Bangun Malam



Ingin Buang Air Kecil

Ingin buang air merupakan suatu signal dari otak agar urine segera dikeluarkan. Terkadang seseorang lebih suka menahan buang air daripada harus pergi ke kamar mandi. Alasannya dapat berupa takut dengan sesuatu hal, udara dingin, atau jauhnya jarak kamar mandi. Orang dahulu kalau membuat kamar mandi memang jauh, biasanya kamar mandi berdekatan dengan kandang sapi atau kambing. Ada lagi kamar mandi di samping halaman, jadi kalau ingin ke kamar mandi harus melewati halaman belakang. Berbeda halnya dengan zaman sekarang. Sekarang  kamar mandi berada di dalam rumah.


Perut Terasa Lapar

Perut terasa lapar membuat tidur tidak nyenyak. Lapar merupakan masalah yang biasa dialami orang. Kalau menjelang tidur atau tengah malam bangun karena lapar, yang susah adalah mengatasinya. Mengatasi lapar adalah dengan makan, atau minum susu. Namun, sebagian orang lebih memilih menahan lapar karena ngantuk.


Adanya Nyamuk

Nyamuk adalah serangga yang ada di mana saja. Hewan pemburu darah ini, paling dibenci karena dapat menyebabkan penyakit yang mematikan yaitu DBD. Tidak semua nyamuk menyebabkan DBD, yang jelas bekas gigitan nyamuk dapat membekas dan membuat gatal. Nyamuk sering mendekati telinga, itu adalah hal yang paling dibenci. Suaranya yang khas membuat tidur terganggu. Cara yang ampuh untuk mengusirnya adalah menggunakan lotion anti nyamuk.

Itulah gangguan-gangguan yang menyebabkan tidur seseorang terganggu sehingga terpaksa bangun untuk mengatasinya. Gangguan-gangguan seseorang saat tidur berbeda-beda, tidak hanya contoh di atas. Gangguannya dapat berupa, lampu kamar yang terlalu terang atau gelap, ada suara-suara aneh yang menakutkan, bahkan karena mimpi buruk

Tuesday, 17 July 2018

Sebelum Terkenal, Sayuran Ini Dikira Beracun



Siapa yang tidak mengenal sayuran yang ini. Tumbuhan berdaun hijau dan berbau menyengat ini viral beberapa tahun belakangan. Tumbuhan ini bernama kelor. Sebelum dikenal banyak orang akan khasiatnya, kelor hanya digunakan sebagai makanan ternak, seperti kambing. Karena masyarakat belum mengetahui khasiat mengonsumsi kelor, dan saat itu juga masyarakat takut mengonsumsi kelor karena dianggap beracun. Salah satu yang menyebabkan kelor belum banyak dikonsumsi adalah dari sisi baunya, daun kelor memiliki bau yang sangat menyengat atau menurut orang jawa dikenal dengan istilah “langu.”
Sekarang berbeda, banyak sekali orang yang menanam kelor di rumahnya. Karena terbukti kelor memiliki banyak khasiat setelah diteliti, seperti tanaman apotik hidup. Selain itu, bau kelor saat diolah menjadi hilang.

Apabila kelor diolah dengan proses yang baik, maka rasa dari masakan tersebut akan enak. Beberapa makanan dan lauk dari kelor adalah, sayur bening dan sayur santan. Kelor tidak seperti bayam yang memiliki batang berair. Kelor justru sebaliknya, kelor memiliki batang berkayu. Jika daun muda kelor tidak segera dipetik, maka kelor akan bertambah tinggi dan semakin sulit untuk diambil daunnya yang muda. Namun, jika daun kelor muda  langsung dipetik maka akan tumbuh lagi daun baru istilahnya “semi”. Sehingga dapat mempercepat proses pemetikan, karena tidak perlu menggunakan bambu atau alat lainnya. Kalau tumbuhan kelor masih pendek dan setiap semi daunnya dipetik, maka akan mendapatkan daun yang muda untuk diolah.

Berbeda lagi jika ingin mengembangbiakkan tumbuhan kelor. Tumbuhan kelor harus dibiarkan tinggi, setelah itu dipotong batangnya. Batang yang sudah dipotong kemudian ditancancapkan ke tanah. Maka akan muncul daun-daun baru. Selain itu tumbuhan yang sudah dipotong batangnya tadi juga akan menghasilkan daun muda lagi.
Beberapa khasiat daun kelor:

1. Mengobati Herpes
Daun kelor dapat mengobati penyakit kulit yang satu ini. Caranya mudah yaitu, ambil beberapa daun kelor kemudian tumbuk hingga alus setelah itu tempelkan pada bagian yang terkena herpes.

2. Menyehatkan Kulit
Daun kelor dapat menghaluskan dan merawat kulit. Caranya dapat diolah dan dikonsumsi sehari-kari. Atau juga bisa dijadikan masker wajah.

3. Mencegah Kanker
Daun kelor mengandung manfaat dapat memperlambat, menghentikan atau bahkan menyingkirkan kanker.

4. Mengatasi Diabetes
Diabetes adalah suatu penyakit gula darah. Dengan mengonsumsi daun kelor secara rutin dapat mengurangi kadar gula dalam darah.


Sumber:https://googleweblight.com/i?u=https://www.manjadda.com/manfaat-daun-kelor&hl=id-ID

Monday, 2 July 2018

Salam Yang Tidak Perlu Dijawab

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Pada blog ini saya akan membahas mengenai salam yang tidak perlu dijawab. Sebenarnya saya tidak mengetahui secara luas mengenai salam. Tetapi saya baru saja mendapatkan ilmu tentang salam. Salam ada yang tidak wajib dijawab, ada juga yang wajib dibalas.

Sesuai tema, saya akan membahas sedikit mengenai salam yang tidak perlu dijawab. Beberap salam yang tidak perlu dijawab, seperti:
1. Salam ketika salat
Saat atahiyat akhir maka kita mengucapkan salam. Pernahkah kita menjawab salam yang kita ucapkan? Atau saat solat berjamaah apakah kita menjawab salam dari iman? Pastinya tidak, karena salam dalam solat aturannya tidak perlu dijawab.
2. Salam di pemakaman
Ketika melewati area pemakaman, atau berziarah ke pemakaman pastinya kita mengucapkan salam, "Assalamualaikum ya ahlil kubur minal muslimin wal muslimat" saat mengucapkannya di pemakaman adakah yang menjawab salam kita. Jika ada yang menjawab pastinya orang yang mengucapkan salam sudah ketakutan. Karena salam tersebut ditujukan kepada ahli kubur/orang yang sudah meninggal. Salam di pemakaman juga termasuk salam yang tidak dijawab.

Itulah sedikit ilmu mengenai salam, semoga dapat bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Hal Baru

 Kemarin di tanggal 12 Juli 2025, pertama kalinya aku interview dan langsung training. Tidak begitu sulit, aku hanya perlu mencoba. Training...